Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Ponsel Baru

Membeli ponsel baru ternyata memang tidak mudah. Bahkan, memerlukan waktu yang cukup lama bagi konsumen dalam mengambil keputusan.

Tapi siapa sangka,  sebuah penelitian baru yang dilakukan Google dan Canalys menunjukkan bahwa konsumen membutuhkan waktu dua minggu untuk membeli ponsel baru.

Apa saja hasil penelitian itu tentang perilaku konsumen sebelum membeli smartphone?

1. Melakukan review selama 2 hingga 13 hari

Menurut Senior Industry Analyst Technology Yudistira Nugroho, pertama kali yang dilakukan konsumen untuk membeli ponsel baru adalah melakukan pencarian informasi serta ide baru, sehingga pembeli memiliki gambaran soal perangkat yang akan dibeli.

"Konsumen punya 2-3 merek hp, sehingga search memberikan kemudahan. Jadi waktu klik langsung muncul search, " Katanya di Jakarta.

Lalu pada hari kedua hingga 13, konsumen akan membandingkan beberapa perangkat, mulai dari spesifikasi sampai review, melalui Youtube. Hal ini dibuktikan, pada tahun lalu terjadi kenaikan 40 persen untuk kata kunci review.

2. Orang Indonesia masih memilih toko offline untuk membeli telepon seluler

Nah biasanya pada hari ke-14 timbang menimbang, para pembeli kebanyakan akan langsung mendatangi toko offline.

Yudistira bilang 70 persen orang Indonesia masih pergi ke offline retail store untuk membeli ponsel seluler. Pun bukan langsung membeli, mereka masih mencari informasi terkait ponsel tersebut.

3. Kamera bukan faktor utama bagi konsumen

Jika biasanya kita berpikir bahwa kamera menjadi faktor utama seseorang memutuskan membeli handphone, penelitian baru tersebut mengatakan itu salah. Menurut hasil penelitian itu, kecepatan kinerja, daya tahan baterai dan kapasitas penyimpanan merupakan faktor penting bagi pembeli ponsel.

"Kecepatan dan daya tahan kini berasa di posisi teratas bagi konsumen. Jauh melampaui kamera dan desain eksterior smartphone, " tuturnya

4. Jaringan provider harus memuaskan konsumen

Selain itu, kecepatan koneksi atau provider melalui jaringan telekomunikasi juga akan menjadi perhatian yang menarik konsumen. Sehingga, jika merasa tidak puas dengan kecepatan yang dimiliki, konsumen berpeluang besar mengganti provider mereka.
Cara Menambah Penghasilan Untuk Mahasiswa

Kalau mahasiswa zaman old bisa dibilang sulit sekali untuk bisa menambah pundi-pundi uang saku bulanan dikarenakan belum banyak lapangan pekerjaan yang ramah dengan mahasiswa. Namun sekarang hal itu sudah sangat berbeda.

Mahasiswa zaman now sudah punya banyak sekali peluang untuk bisa mengeksplor berbagai hal. Karena melek internet dan semakin banyak lapangan kerja yang tersedia secara online, maka mahasiswa sekarang bisa dengan mudah mendapatkan penghasilan sendiri dan tambahan uang saku bulanan.

Buat kamu yang masih mahasiswa dan ingin menambah penghasilan bulanan, kamu bisa coba apply dan melakukan hal ini!

1. Jago design? Join aja di website kontes design yang memberikan hadiah uang cukup besar

Kalau kamu punya skil design yang cukup oke, coba saja kamu join sebagai freelance design di website penyedia kontes design seperti sribulancer.com dan 99designs.com Di sini kamu gak perlu terikat waktu dan terikat kontrak kerja apapun. Kamulah yang menentukan pekerjaan yang akan kamu ambil. Simple bukan?

Contest holder (perusahaan/ instansi/ orang) yang membuat kontes design akan mengumumkan brief lengkap melalui website tersebut. Ada banyak design yang dilombakan, mulai dari logo, poster, brand identity pack dan masih banyak lagi. Tinggal kamu cari-cari sendiri deh mana kontes design yang bisa kamu ikuti. Kalau design-mu berhasil terpilih, salarynya cukup besar lho yaitu dimulai dari sekitar Rp2 jutaan. Cobain deh!

2. Mengasah fotografi juga bisa menghasilkan uang. Karyamu bisa kamu jual di website penyedia stok foto

Bisa saja kamu bekerja sebagai fotografer paruh waktu di studio foto atau di akhie pekan untuk acara wedding. Namun seringkali waktu menjadi kendala, karena statusmu masih mahasiswa.

Nah, kalau kamu sering hunting foto-foto keren, kamu bisa tuh menjual karya fotomu ke situs yang menerima kontribusi foto dari fotografer lepas. Seperti contohnya Shutterstock, 123rf, iStock, dll. Kamu tak harus terikat kontrak dengan sebuah perusahaan atau terkendala waktu, karena kamu bisa mengatur sendiri kapan kamu bisa bekerja

3. Menulis artikel gak bisa dapat penghasilan? banyak media yang bakal kasih reward uang untuk karya tulismu!

Kalau kamu suka banget menulis, jangan sia-siakan skill menulis yang kamu miliki. Karena di era digital ini, banyak sekali situs-situs yang membutuhkan karya tulismu. Dan kamu bisa memanfaatkan peluang ini untuk menjadikan penghasilan tambahan.

Kamu bisa saja ngeblog, tapi jika blog masih baru dan tak banyak visitor, mungkin penghasilan yang kamu dapat tidak signifikan. Karena itu kamu perlu mengirimkan karya tulismu ke media-media besar yang menyediakan platform UGC untuk menulis. Ada banyak pilihan kategori artikel yang bisa kamu tulis. Kamu cukup menyesuaikan dengan gaya bahasa media tersebut.

Kamu bisa punya waktu yang fleksibel untuk kerja sampingan, karena kamu bisa nulis di mana aja dan kapanpun kamu bisa. Bahkan beberapa media ada yang menyediakan platform menulisnya di aplikasi smartphone lho, jadi kamu bisa makin fleksibel deh kerjanya. Soal penghasilan, media-media tersebut biasanya akan memberikan reward yang fair buat karya tulismu. Setidaknya, kamu bisa menghasilkan pendapatan Rp1,5 - 4 juta setiap bulannya lho!

4. Jago berbahasa asing? Rugi kalau kamu gak nyoba jadi freelance translator

Saat ini makin banyak situs-situs layanan penyedia job untuk freelancer. Salah satu pekerjaan yang banyak ditawarkan adalah translator bahasa asing. Kalau kamu mahasiswa yang sedang studi bahasa asing, pastinya ini cocok banget buat kamu. Situs seperti sribulancer, upwork, gobann, projects, dan masih banyak lagi.

Untuk setiap project bisa dihargai bermacam-macam, namun juga ada yang sudah tertera harga pastinya. Biasanya minimal 1 project akan diberikan salary sebesar Rp50.000, lumayan bukan? kamu juga bisa kapan saja mengambil job sesuai dengan waktu luangmu.

Itulah tadi beberapa pekerjaan sampingan untuk mahasiswa zaman now. Di era yang serba digital seperti saat ini, semakin mempermudah kamu untuk menambah uang penghasilanmu. Hanya dengan bermodalkan internet saja kamu bisa dapatin penghasilan sendiri lho, syukur-syukur kamu bisa bantu orangtuamu untuk meringankan beban biaya kuliah!
Alasan Mahasiswa Harus Bekerja Sampingan

Menjadi mahasiswa tentunya sudah gak sama kayak saat SMA lagi ya. Biaya untuk keperluan kuliah dan lainnya pun juga sudah gak semurah saat SMA. Pasti akan ada perubahan dan yang pasti semuanya semakin meningkat.

Ditambah lagi, saat kuliah kita lebih merasakan tanggung jawab untuk mengurangi beban orangtua. Rasanya, sudah mulai gengsi untuk terlalu sering minta uang jajan sama orangtua, setuju gak?

Buat kamu yang merasakan perasaan seperti ini, kamu bisa banget lho untuk mulai mencoba bekerja sambil kuliah. Ada beberapa alasan juga nih yang bisa mendorong kamu untuk lebih termotivasi lagi mencari pekerjaan sampingan.

1. Menambah pengalaman

Pengalaman merupakan guru paling berharga yang gak ada duanya dan gak akan kita dapat di kampus terbaik sekalipun. Pengalaman akan didapat dari kehidupan yang sesungguhnya. Mulai bekerja sambil kuliah akan membuat kamu menyadari betapa kerasnya dunia sehingga kamu gak akan hidup untuk bermain-main seperti mahasiswa lainnya. Kamu pun akan jadi pribadi yang lebih dewasa tanpa kamu sadari, lho.

2. Mengurangi beban orangtua

Bekerja berarti kita akan mendapatkan penghasilan tambahan, sehingga, uangnya bisa kita tabung atau gunakan sebagai keperluan sehari-hari. Alhasil, kita jadi gak sering minta uang saku sama orangtua. Pasti deh orangtua kita akan bangga banget.

3. Bisa buat menambah isi CV juga

Ketika kamu lulus nanti dan akan memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, pekerjaan paruh waktumu selama kuliah bisa dijadikan sebagai penambah isi CV mu lho. Banyak banget perusahaan besar yang mengedepankan pengalaman kerja calon pegawainya. Karena, itu menandakan dia layak mendapatkan posisi di kantor tersebut.

4. Membuka wawasan

Bekerja sambil kuliah juga akan membuka wawasanmu. Kamu akan bertemu dengan orang yang mungkin usianya lebih tua darimu dan kamu jadi lebih tahu soal kerasnya dunia. Sehingga, kepribadianmu pun jadi lebih terbentuk dan kepekaan sosialmu lebih terasah dibanding orang lain yang seusiamu.


5. Mengasah kemampuan mengatur waktu

Mengatur dan membagi waktu merupakan kemampuan yang hanya bisa dimiliki jika kamu terjun langsung untuk mempraktekkannya. Sebagai mahasiswa yang juga harus bekerja, mau gak mau kamu akan mengasah bakat mengatur waktu ini. Memang bukan hal yang mudah, tapi manfaatnya akan kamu rasakan kok suatu saat nanti.

Bekerja sambil kuliah memang menyenangkan dan memberi manfaat. Tapi ingat, jangan sampai terlena dan tetap tanamkan dalam benakmu bahwa kewajiban utamamu adalah untuk menyelesaikan studi-mu ya.